Senin, 21 Januari 2013

Program Pengembangan Diri #1 “Remaja Muslim : Islami, Aktif dan Kreatif“ (Wujudkan Generasi Terbaik Umat)

        Manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk. Potensi akal yang terdapat pada manusia merupakan aset tak ternilai yang dapat mengantarkannya menjadi insan sejati.  Insan sejati adalah manusia yang akalnya tercerahkan sehingga melahirkan motivasi atau kekuatan super.  Kelahiran motivasi super ini sebagai wujud pilihan manusia untuk menggunakan akal menemukan Allah Sang Maha Kuat sekaligus meningkatkan hubungan dengan-Nya.  Hal inilah yang melahirkan motivasi tak tertandingi untuk meraih kesuksesan hakiki dengan ridho-Nya.  Oleh karena itu, kepemimpinan yang terpancarkan dari kesadaran yang kuat akan hubungan dengan-Nya menjadi penting untuk diintervensikan ke dalam diri dan organisasi agar menjadi asset pengembangan yang luar biasa.
Allah SWT telah memberikan predikat kepada umat muslim sebagai umat yang terbaik (Khoiru ummah) diantara manusia. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bagaimana peradaban kaum muslim mampu menjadi trendsetter peradaban dunia, menjadi pondasi dari peradaban yang kita rasakan sekarang. Nama – nama ilmuwan muslim tercatat abadi dalam sejarah dunia karena kontribusi mereka dalam membangun peradaban dunia. Tentu kita sering mendengar nama Imam Syafi’i, Muhammad Al Fatih (penakluk konstantinopel), Al Khawarizmi, Al Kindi, Ibnu Sina, Al Jazari dan masih banyak lagi nama – nama ilmuwan muslim yang tercatat dengan tinta emas.
Keberhasilan mereka tentu saja tidak terlepas dari kepribadian yang mereka miliki yaitu kepribadian yang dibangun diatas aqidah yang benar yaitu Islam. Aqidah Islam mendorong untuk meraih kesuksesan hakiki dengan ridho-Nya, sehingga mendorong mereka untuk totalitas dalam memberikan yang terbaik untuk umat.
Sementara itu dewasa ini remaja saat ini terjebak dalam kehidupan hedonis dan gaya hidup bebas. Kehidupan remaja ini sangat jauh dari nilai –nilai Islam. Hasil survei yang dilakukan oleh Annisa Fondation (Bandung), 42,3 % pelajar perempuan di Cianjur telah melakukan hubungan seks pra-nikah. (Hidayatullah.com, 12/02/07). Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN) M Masri Muadz bahwa 63% remaja usia SMP-SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina.
Prestasi yang ditorehkan pun sangat mencemaskan, SDM negeri Indonesia menempati peringkat 109 dari 174 negara (UNDP, 2000). Hanya 11% siswa SMU yang  melanjutkan ke Perguruan Tinggi (APTISI, 2000). Tingginya kasus tawuran antar pelajar, serta meningkatnya penggunaan narkoba di kalangan pelajar.
Maka sudah barang tentu bila kita berdiam diri melihat kondisi tersebut, generasi Indonesia akan menuju kehancuran. Diperlukan upaya preventif untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Kami selaku LDS (Lembaga Dakwah Sekolah) Hizbut Tahrir Indonesia Purwakarta sesuai dengan program kerja nasional untuk melakukan pembinaan kepada generasi penerus bangsa ini. Oleh karena itu kami menawarkan sebuah kegiatan untuk menumbuhkan kepribadian Islami dalam pribadi siswa dalam bentuk Program Pengembangan Diri #1.

Program Pengembangan Diri #1 ini merupakan bentuk pengembangan kepribadian siswa untuk menumbuhkan motivasi super yang Islami. Sebagai program LDS HTI, program ini menawarkan pendekatan interaktif dan learning by doing yang akan merangsang siswa mengenali hakikat dirinya di samping sejumlah potensi dasar yang dimiliki oleh seluruh manusia. Mengenal adalah langkah awal yang akan dilanjutkan dengan kesadaran menerima kenyataan dan berupaya mengembangkan seluruh potensi tanpa mengabaikan sejumlah keterbatasan yang dimiliki. Harapannya, akan terbentuk insan sejati yang memiliki karakter tangguh, berkepedulian sosial yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat.

Siswa akan diarahkan untuk memahami Islam yang benar. Hal ini akan melejitkan potensi yang dimiliki siswa secara Islami, efektif dan efisien. Sebagai pencerahan bagi remaja yang terkungkung oleh kehidupan semacam ini, LDS HTI Purwakarta bermaksud mengadakan Program Pengembangan Diri #1 dengan tema “Remaja Muslim : Islami, Aktif, dan Prestatif”. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar